1001 - Ekspresi

Tubuh semampai setinggi 158 cm berbobot 52 kg melintas cepat, sepatu sporty no 38 yg dikenakan menambah kelincahan. Perempuan setengah baya dengan bra 36A bercelana panjang ringkas berpadu blouse panjang membuatnya tampil menawan. Pada usia 51 tahun, tidak kehilangan kelangsingan, kelincahan serta semangat. Aura kecantikan menguat dalam kematangan, senyum beraroma menggoda, tawa tertahan nan mempesona, bibir tipis, pandang mata tajam dalam ekspresi kecerdasan. Langkah lebar meniti, sesekali menoleh, membalas sapaan dengan senyum. Suasana pagi di Kota Panas seakan mereda sejenak menyambut rekahan hari. Bekerja pada sebuah BUMN, perempuan cantik di usia matang itu senantiasa bersemangat. Rekan rekan satu tim berusia nyaris separo usianya, namun saat mereka berkumpul tidak tampak perbedaan usia. Kemampuan menjaga kebugaran sungguh menakjubkan. Olahraga, bermain musik, menyanyi adalah cara baik menjaga tubuh tetap fit, meski usia terus merambat.

Leni Yustira, nama unik pemberian orangtua, terasa sebagai anomali. Barangkali saja sang Ibu yang memberikan nama, berharap putrinya menjadi spesial, dan terbukti di kemudian hari, Leni tumbuh menjadi seorang istimewa sejak remaja hingga menjelang tua.Dua putri remaja tumbuh bersama, menjadi bagian terpenting dalam kehidupan, seluruh waktu, sumber daya hanya diperuntukkan bagi kedua putrinya. Leni, membatasi pergaulan, terutama sejak sang suami tiada, depresi dan patah hati dilalui, ketabahan dan kekuatan memenangkan. Kini tiada lagi duka, semua berlalu bersama waktu. Leni hari ini adalah sosok cantik menawan. Ibu yang baik bagi anak-anaknya, putri berbakti bagi sang Ibu, adik supportif bagi kakak dan kakak bertanggung jawab bagi adiknya

Waktu bergerak begitu cepat, kesibukan kerja, mengurus anak-anak, menjaga keluarga, melayani Ibu, semua menjadi keseharian. Telah tetap keputusan, mengabdikan seluruh waktu, sumberdaya untuk anak-anak dan keluarga, sebuah kepuasan sekaligus kebahagiaan saat melihat anak-anak tertawa gembira, senyum ibu nan bangga, lunas segala kelelahan, tuntas segala keletihan. Ketika libur datang, Leni seringkali mengajak seluruh keluarga bepergian, menikmati udara segar pegunungan, mengamati jejak masa lalu pada candi-candi kuno, atau berbelanja di pasar-pasar populer.
Kehidupan bagi Leni adalah keluarga, keluarga adalah kehidupan bagi Leni. Berjalan hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, selingan dari hidup keluarga adalah berkumpul dengan kawan sekolah, teman kuliah, sekedar ngerumpi atau sedikit serius. Leni menikmati kehidupan, nyaris tanpa kekurangan. Selain tentu saja kemampuan membangun Penerimaan Diri

Apa makna kehidupan pribadi ? Tiap individu memiliki tafsiran masing-masing, lebih sering tidak sama dan tidak senada, karena terlalu personal. Kawan-kawan Leni, berpikiran Leni menyia nyiakan waktu dan potensi karena tidak memiliki hubungan spesial dengan siapapun. Bagi Leni, kehidupannya sempurna dan lengkap, tanpa pasangan hidup. Itulah persepsi, tiap orang memiliki sudut pandang sendiri dan unik bagi dirinya. Leni tidak merasa kurang satu apapun. Menikmati kehidupan secara wajar sebagai orangtua tunggal, Leni tidak merasa ada problem, nyaman dengan status dan situasinya.
*****

"Kesedihan sudah lama dilupakan, kepergian sang suami sangat mengejutkan, membuat Leni nyaris depresi. Namun kekuatan kepribadian dan dukungan seluruh keluarga membuat Leni cepat bangkit, menapaki kehidupan dan menatap dunia dengan sinar mata keberanian.


Meskipun tentu saja ada yang hilang, ada yang berbeda dari kehidupan sebelumnya. Leni tidak menganggapnya sebagai kurang, hanya satu perbedaan. Sedikit adaptasi, lebih teliti mengelola keuangan, lebih hati-hati dalam konsumsi, lebih tekun dalam berkarir, membuat kehidupan makin berwarna. Bersama waktu semuanya dijalani dengan kegembiraan. Banyak cerita mewarnai, menghadapi lingkungan sosial, customer dengan bermacam latar belakang, kesibukan kantor membuat kehidupan Leni, tidak kurang suatu apa.


Namun tidak dipungkiri, kesendiriannya kadang memancing perhatian lawan jenis, sebagai konsekuensi logis budaya Indonesia. Kecantikan, sensualitas yang melekat erat pada diri Leni, dengan pesona inner beuaty yg terpancar, sungguh menjadikan Leni perempuan sangat menarik, matang dengan aura kepercayaan diri yang kuat. Tidak heran jika sangat banyak lelaki, antri didepan pintu hatinya, mencoba mengetuk dengan berbagai cara, cara romantis menyenangkan, cara kaku menggelikan atau cara vulgar menjengkelkan. Bersama waktu Leni mampu menghadapi semuanya, menghadapi sebagai suatu ornamen kehidupan.

Tentu saja, terkadang dalam situasi penuh tekanan, Leni merasa membutuhkan seseorang, meskipun situasi seperti itu sangat jarang muncul. Dan iapun menyimpan perasaan tersebut dalam lubuk hati terdalam, tidak ingin seorangpun mengetahuinya, sekuat tenaga Ia menepis. Satu, dua lelaki yg coba mendekati, sempat menarik perhatiannya, akan tetapi Leni terbentur oleh kenyataan, bahwa lelaki tersebut terikat dalam pernikahan. Ia tidak pernah bersedia menjadi "orang kedua" dan memang tidak mudah menemukan lelaki lajang pada usia setengah baya. Kenyataan membuat Leni makin keras, dan sedikit paranoid dengan hubungan spesial, terlalu sulit bagi bathinya untuk begitu saja menerima seseorang, bahkan ketika dia begitu menarik dan mengagumkan. Super ego dan etika yg Ia anut, tidak mengijinkan untuk menjalin hubungan dengan lelaki beristri

Sambungan