Memilih hidup melajang sebagai janda, bukan pilihan mudah dalam budaya Indonesia yang tidak hampa hipokrisi. Janda seringkali memiliki konotasi buruk. Cibiran oleh sesama perempuan, maupun pandang merendahkan oleh kaum lelaki. Apa boleh buat, begitulah fakta yang ada, seperti itulah citra mayoritas dalam banyak benak warga Indoneia. Dalam benak banyak
perempuan, status janda dianggap memiliki potensi sebagai penggoda, potensi merusak rumah tangga, semantara kaum lelaki tidak sedikit yang berpikiran perempuan janda adalah sosok yang haus akan seks, bagaikan seonggok daging yang sedap disantap. Tanpa bersedia menyadari bahwa status lajang, janda ataupun duda bisa menimpa siapa saja.
Tidak pelak, situasi seperti itulah yang dihadapi Leni sehari-hari, pada mulanya tentu sangat menganggu, namun setelah sekian lama, segalanya menjadi biasa, bahkan tekadnya menjalani kehidupan sebagai janda telah menjadikan Leni sebagai sosok matang yang kuat dan tabah, pribadi yang sabar dan tangguh menapaki kehidupan.. Leni tidak mempedulikan semua hal buruk, Leni memotivasi diri untuk senantiasa berpikir positif. Membangun karir, bekerja dengan lebih tekun dan sungguh-sungguh menjadikan Leni memiliki karir istimewa. Meskipun tidak bisa dibilang muda, Leni dengan tabah berkompetisi sehat dengan kolega yang jauh lebih muda. Leni tidak pernah berpikir usia sebagai satu hambatan, bahkan kekayaan pengalaman menjadikan dirinya lebih matang, lebih berhati-hati dan lebih serius dalam menekuni pekerjaan.
Sekian lama Leni agak menafikan hubungan personal, memutuskan tidak ingin terlibat didlamnya. Meski tentu saja tidak mudah, mengingat sosok Leni nan rupawan, tubuh semampai di usia matang, ketika kebanyakan kawan-kawan seangkatan sudah agak gembrot, Leni masih memiliki penampilan menggairahkan. Leni rajin berolahraga, berenang, memanah, jogging, bersepeda membuat tubuh prima, segar dan awet muda. Sesuatu yang sangat didambakan banyak kaum perempuan.Sangat banyak lelaki berusaha mengetuk pintu hati, menunjukkan perhatian dan menebar pesona. Sangat wajar mengingat keistimewaan Leni dalam banyak hal, wajah rupawan, tubuh menawan, kecerdasan terpampang. Leni benar-benar istimewa, pribadi yang menarik dalam segala hal, enak diajak ngobrol. berwawasan, sopan dan bermartabat, berpadu tubuh semampai dengan sensualitas menonjol, suara merdu mendayu. Leni adalah segalanya yg didamba kaum perempuan dan menjadi pujaan kaum lelaki.
*****
Dua tahun lalu, sebuah situasi membuat Leni terjebak dalam kebingungan. Putri sulungnya hidup di ibukota bersama sang nenek, ibu dari almarhum suami Leni. Satu hal yang lumrah, dan Leni pun tidak merasa keberatan. Putrinya duduk di sekolah lanjutan atas, belajar dengan baik, tidak ada hal istimewa yang perlu dirisaukan.
Situasi rumit muncul setelah Ibu Mertuanya meninggal dunia karena usia tua, putrinya tidak bersedia hidup di kota kecil, sementara situasi di rumah ibu mertua berubah total sepeninggalnya. Leni harus melakukan langkah penyelamatan atas sang putri. Karena mendadak harus keluar dari rumah. Alin mewarisi sikap keras kepala dan agak sulit diatur, sedikit semau gue, sehingga tidak mudah dihandle.
Alin harus keluar dari rumah sementara Leni berada 350 km dari Ibukota, komunikasi sangat mudah dilakukan dalam jarak ribuan kilometer, akan tetapi tindakan fisik tidak mungkin dilakukan melalui fasilitas internet. Dalam sedikit kepanikan, akhirnya Leni mengalahkan egonya dan menghubungi Mas Pram, demikian dia memanggil, lelaki yang belum lama dikenal, namun ada keyakinan bahwa Pram akan membantunya dengan sungguh - sungguh. Melalui komunikasi aplikasi Whatsapp Leni menyampaikan masalah yang dihadapi, dan tepat seperti dugaannya, Pram bertindak cepat, menjemput Alin dan membawa menginap di sebuah Hotel. Dimana esok harinya Leni menyusul ke Ibukota untuk mengurus tempat tinggal Alin.
Pram membantu Leni dengan baik, menjemput di stasiun Gambir, karena bagaimanapun Leni selalu merasa gamang berada di Ibukota sendirian. Menyiapkan hotel, menemani mengurus kost Alin, makan malam bahkan jalan-jalan. Sosok Pram boleh dibilang asing bagi Leni, dia sendiri sudah lupa bagaimana bisa saling berkenalan. Pram boleh disebut "Stranger at Homeland," 32 tahun sudah Pram meninggalkan kampung halaman, berkelana menjelajah banyak sisi bumi. Menjelang memasuki usia tua, Pram memutuskan hidup di kampung halaman yg sudah 32 tahun ditinggalkan. Siapapun Pram, Leni merasa sangat terbantu, ketenangan Pram dalam menghadapi kepanikan, membuat Leni merasa lebih tabah, sehingga urusan yg mengkhawatirkan bathinnya, selesai lebih mudah. Leni merasa sangat lega karenanya.
*****
"Foto Andalan, disambung emoticon tawa" itu pesan WA yang diterima Pram, pada masa awal berkenalan dengan Leni.
"Amazing" kalimat pendek jawaban Pram, membuat Leni tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar